November 1st, 2019

Bukan mudah bergelar selebriti, semua benda yang dilakukan pasti akan mendapat perhatian ramai. Hati kena kental agar tidak mudah goyah dengan kecaman dan kritikan.

nabila huda husky

Baru-baru ini foto Nabila Huda bersama seekor serigala baka Husky ketika bercuti di New Zealand mendapat perhatian ramai. Meskipun sudah memberikan penjelasan awal dia telah samak, ia masih mengundang kontroversi.

nabila huda husky

Isu tersebut turut mendapat perhatian pendakwah bebas, PU Syed yang menegur tindakan pelakon itu dan menegaskan agar masyarakat beragama Islam tidak terikut dengan aski sedemikian.

“Jangan tiru aksi Nabila Huda, boleh

undang fitnah”

nabila huda huskypu syed tegur nabila hudaMeskipun Nabila sudah memaklumkan dia telah pun samak, namun, tiada bukti menunjukkan dia berbuat demikian. Bukan itu sahaja, tindakan memuat naik foto bersama anjing boleh menimbulkan fitnah buat agama Islam itu sendiri.

Hukum menyentuh anjing

nabila huda

“Kalau pun mazhab lain, tak payah up

gambar sebegitu”

pu syed nabila huda

Nabila bukanlah seorang yang mudah melatah dan tidak kisah dengan kecaman netizen. Apa-apa pun, harapnya teguran PU Syed ini dapat diterima dengan hati yang terbuka.


19 responses to “Foto Pegang Husky : PU Syed “Tarbiyah” Nabila Huda”

  1. bawang bombay says:

    Biar kena tinggal kat dunia… asalkan tak tercicir kat akhirat…

  2. Anonymous says:

    firstly, Musnad is a kompilasi of hadits yang dikumpul. sahih nya datang dari Alquran bukan hadis dari Musnad. Jangan Bida’ah kan Islam dan Rasulullah dalam hadis yang direka. Abu Hurairah sahabat Nabi SAW paling rapat. Musnad ini tegas kan bahawa buruk nya tingkah nabi kita terhadap haiwan.

    “Seorang perempuan masuk neraka gara-gara seekor kucing, dia mengikat kucing tersebut, lalu tidak memberi makan dan tidak pula membiarkannya memakan serangga tanah,” sabda Nabi Muhammad

    Nabi Muhammad adalah orang yang sangat halus, lembut, dan penuh kasih sayang kepada semuanya. Bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga kepada seluruh makhluk Allah di muka bumi ini -termasuk kepada binatang. Beliau termasuk orang yang sangat menyayangi binatang. Tidak rela dan akan langsung menegur manakala ada orang yang mempermainkan dan menyakiti salah satu makhluk ciptaan Allah itu.

    Sifat kasih sayang Nabi Muhammad sudah ditegaskan Allah di dalam QS at-Taubah ayat 128. Di situ disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang penyantun dan penyayang. Juga dalam QS al-Anbiya ayat 107:

    “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” Di sini jelas bahwa Nabi Muhammad adalah rahmat bagi seluruh alam, bukan manusia saja.

    Banyak riwayat yang menceritakan tentang sikap kasih sayang Nabi Muhammad pada binatang. Diantaranya beliau memberi makan hewan-hewan piaraannya sendiri. Kisah lain yang paling terkenal adalah, Nabi memotong kain bajunya saat kucingnya tidur di atasnya. Agar kucingnya tidak terbangun. Nabi tidak segan-segan menegur sahabatnya yang menyakiti dan tidak memberi makan hewan peliharannya.

    Menariknya, kasih sayang Nabi Muhammad pada binatang tidak diskriminatif. Tidak hanya tertuju pada hewan yang boleh dan halal di makan saja, namun beliau juga mencurahkan kasih sayangnya pada hewan yang tidak boleh dimakan. Juga pada binatang yang diharamkan sekalipun seperti anjing.

    Dalam kitab al-Maghazi karya al-Waqidi, seperti dikutip dari buku Akhlak Rasul Menurut Al-Bukhari dan Muslim (Abdul Mun’im al-Hasyimi, 2018), Nabi Muhammad pernah ‘menyelamatkan’ seekor anjing yang sedang menyusui anak-anaknya. Ceritanya, ketika itu Nabi Muhammad dan pasukan umat Islam sedang dalam perjalanan dari Madinah menuju Makkah saat ingin membebaskan kota itu. Di tengah perjalanan, Nabi Muhammad melihat ada seekor anjing betina sedang menggonggong dan menyusui anak-anaknya.

    Seketika itu, beliau memerintahkan salah seorang sahabatnya untuk berdiri di dekat anjing tersebut. Tujuannya adalah agar para tentara umat Islam tidak mengganggu anjing yang sedang menyusui tersebut. Juga agar anjing tersebut tidak menggigit para tentara. Sehingga masing-masing tentara dan anjing bisa terus melanjutkan aktivitasnya, tanpa saling mengganggu satu sama lain.

    Begitulah sikap kasih sayang Nabi Muhammad kepada seekor anjing. Masih menurut keterangan kitab tersebut, kalau seandainya Nabi Muhammad tidak memiliki sifat belas kasihan yang luar biasa pada hewan, maka beliau tidak akan memiliki perhatian seperti itu. Yakni mengupayakan agar para tentaranya tidak sampai mengusik seekor anjing betina yang sedang menyusui.

    Dari kisah tersebut, bisa diambil pelajaran bahwa kasih sayang Nabi Muhammad pada hewan tidak hanya sebatas ucapan saja, tetapi juga sudah menjadi perbuatan atau akhlak. Karena bagaimanapun, sekali lagi, sebagaimana manusia binatang juga adalah makhluk ciptaan Allah yang perlu diberikan kasih sayang dan perlakuan yang baik.

    “Barang siapa tidak mengasihi, dia tidak akan dikasihi,” demikian kata Nabi Muhammad saw. dalam sebuah hadits riwayat al-Bukhari. (MR)

    Please lah. Allah maha pengasih dan penyayang. Tidak ada ertinya gelaran 99 nama Allah kalau di ciptakan Anjing untuk di hina dan dipandang rendah. Malah anjing itu dicipta untuk kita perlihatkan manusia – pencetus umah mana, yang tidak ada ciri dan sifat kasih terhadap haiwan ciptaan Allah SWT. Baru macam ni dah macam2 anjing kena fitnah.

    haaaaaa kenapa babi haram??? cuba cerita? so Babi tu diciptakan Allah hanya untuk dihina?? Zalim nya Allah. 99 nama Allah boleh dipunahkan kalau macam tu!! Please lah…macamana jadi pencetus umah kalau sifat – pertama mengaibkan kan lain.

    balik pada akidah, balik pada hadis dan AlQuran. Jangan perlekehkan sifat Nabi yang tidak bakal buruk sangka terhadap ciptanan kekasih Nya.

    Semoga kita diberikan hidayah!!!

  3. Anonymous says:

    Kau dengan komen kau boleh pergi jahanam.

  4. Anonymous says:

    SokonG

Loading...